Bencana
Alam
A. Memahami Bencana Alam
Bencana alam adalah kejadian alam yang
menyebabkan korban harta maupun jiwa. Bencana alam disebabkan oleh kejadian di
kulit bumi atau cuaca yang tidak normal. Jenis bencana alam antara lain gempa
bumi, banjir, puting beliung, badai, tsunami, gunung meletus, tanah longsor,
atau kebakaran hutan. Namun kebakaran hutan tidak kita bahas karena jarang
menimbulkan korban jiwa.
Sesungguhnya ada juga bencana yang bukan
karena faktor alam, seperti semburan lumpur panas, pesawat jatuh, kapal
tenggelam, terbakarnya gedung, runtuhnya gedung, runtuhnya tambang, ledakan
tangki bahan bakar, dsb.
Bencana alam, jika dilihat dari
penyebabnya, dapat dikategorikan jadi dua. Pertama, bencana yang murni karena
kejadian alam. Kedua, bencana yang disebabkan kesalahan manusia. Bencana bisa
juga disebabkan kombinasi keduanya. Coba diskusikan dengan rekanmu, masing-masing
bencana alam termasuk kategori mana.
a. Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan guncangan yang
terjadi di permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari gempa disebut seismologi. Alat
untuk mengukur kekuatan gempa namanya seismograf.
Charles F.Richter pada tahun 1935
mengembangkan skala kekuatan gempa. Angka pada skalanya tidak ada batas
bawahnya maupun atasnya. Gempa berkekuatan 1 skala Richter akan mengguncang
bumi dalam radius 100 km dari pusat gempa. Gempa berkekuatan 2 skala Richter
akan mengguncang wilayah dalam radius 10 kalinya yaitu radius 1000 km, dan
energi yang dilepaskan 32 kalinya, demikian seterusnya. Gempa berkekuatan 3,5
Skala Richter mulai terasa oleh manusia. Gempa berkekuatan di bawahnya hanya
terdeteksi oleh Kuis No.19. Teka Teki Silang (TTS) Ilmu Pengetahuan Sosial
Untuk SD/MI Kelas VI 36 seismograf. Gempa berkekuatan 12 skala Richter
diperkirakan akan mampu membelah bumi menjadi dua! Namun kita tidak perlu
khawatir. Kulit bumi hanya mampu menyimpan energi setara gempa berkekuatan 10
skala Richter.
Bayangkanlah bumi ini seperti telur
rebus. Apabila kita kupas, bagian kulit luar telur yang keras itu akan berupa
lempengan. Lempeng tektonik agak mirip dengan kulit telur yang keras itu.
Lempeng tektonik merupakan lapisan paling luar dari permukaan bumi. Lempeng
samudera berarti sebagian besar bentuk permukaannya berupa lautan. Lempeng
benua berarti sebagian besar permukaannya berupa daratan. Ketebalannya, yang
paling tipis 5 km, yaitu di tepi lempeng samudera. Lempeng yang paling tebal
mencapai 75 km, yaitu di pegunungan.
Di seluruh permukaan bumi, ada tujuh
lempeng besar dan beberapa lempeng kecil. Lempeng ini bergerak sekitar 4-7 cm
dalam setahun, dengan arah yang berbeda-beda. Ada yang saling bertabrakan, ada
yang saling menjauh, ada yang saling bergesekan. Kalian lihat gambar no.11,
wilayah kita tempat pertemuan beberapa lempeng. Wilayah pertemuan antar lempeng
biasanya berupa palung laut. Wilayah seperti ini rawan gempa.
Pada daerah pertemuan lempeng tektonik,
terjadi tekanan. Tekanan ini menyimpan energi. Gempa bumi terjadi bilamana
energi yang tersimpan di dalam bumi, tiba-tiba dilepaskan. Energi ini bergerak
ke permukaan bumi berupa gelombang gempa. Gelombang gempa ini menjalar keluar
dari pusat gempa. Berbeda dengan bencana alam lainnya, gempa bumi sama sekali
tidak didahului dengan tanda-tanda tertentu. Namun, lokasinya memang dapat
diperkirakan yaitu di sekitar zona pertemuan lempeng tektonik.
Bila sedang dalam ruangan ketika terjadi
gempa bumi, kita harus secepatnya ke luar ruangan.Anak-anak dan orang lanjut
usia keluar terlebih dahulu. Ibu-ibu menyusul, dan terakhir para bapak dan
remaja. Bila pintu keluar terlalu jauh, maka kita harus bersembunyi di kolong
tempat tidur atau di kolong meja. Kepala kita tundukkan, kita lindungi dengan
tangan. Bila sudah di luar, kita harus menjauh dari bangunan. Karena gempa bumi
selalu diikuti dengan gempa susulan, maka kita tidak boleh mendekati bangunan
sampai situasinya benar-benar aman. Apabila lokasi kita di dekat pantai, kita
harus menjauhi pantai karena ada kemungkinan terjadinya tsunami.
b. Tsunami
Tsunami merupakan gelombang air laut yang
menerjang masuk beberapa kilometer ke daratan. Tsunami berasal dari bahasa
Jepang tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang berarti gelombang. Disebut
demikian, karena ketika para nelayan Jepang pulang dari tengah laut yang
tenang, menjumpai pelabuhannya porak poranda diterjang gelombang. Di tengah
laut, memang gelombang tsunami tidak muncul ke permukaan karena berasal dari
dasar laut. Namun begitu sampai di dasar laut dangkal, gelombang ini akan naik
mengikuti ketinggian dasar laut. Begitu sampai pantai, gelombang ini pun muncul
ke permukaan dan menerjang masuk jauh ke daratan.
Tsunami bisa ditimbulkan antara lain oleh
gempa bumi atau letusan gunung berapi bawah laut. Namun penyebab yang paling
sering terjadi adalah yang pertama yaitu gempa di dasar laut. Ketika dasar
samudera terangkat karena gempa, muncul serangkaian gelombang ke semua penjuru.
Peristiwa ini bagaikan batu kita jatuhkan ke kolam, riak air akan menyebar ke
segala penjuru.
Tsunami yang disebabkan gempa bumi, bisa
diketahui tanda-tandanya. Pertama, didahului gempa bumi. Kedua, laut surut
beberapa ratus meter. Namun tanda-tanda ini tidak selalu muncul. Apalagi bila
gempa bumi pemicu tsunami terjadi di tempat yang jauh dari tsunami.
Untuk mendeteksi dini adanya tsunami para
ahli membuat alat yang disebut tsunameter. Alat ini diletakkan di dasar
samudera. Ketika terjadi tsunami yang lewat di atasnya, alat ini mendeteksinya
melalui perubahan tekanan air. Bila ini terjadi, alat ini mengirimkan sinyal ke
pelampung di atas permukaan samudera. Pelampung akan mengubah sinyal menjadi
gelombang radio dan mengirimkannya ke satelit di orbit bumi. Satelit kemudian
akan mengirimkan peringatan ke stasiun peringatan tsunami yang ada wilayah
rawan tsunami. Setelah mendapat sinyal dari satelit, alarm di stasiun
peringatan akan berbunyi.
Bila ada tanda-tanda akan terjadi
tsunami, kita harus secepat mungkin menjauhi pantai. Jika ada, carilah daratan
yang paling tinggi. Perlu diingat, gelombang tsunami datang beberapa kali,
dengan selang waktu 5 s.d. 40 menit. Setelah situasi benar-benar aman, barulah
kita boleh kembali ke tempat tinggal kita.
c. Gunung Meletus
Gunung berapi dibentuk oleh akumulasi
magma yang keluar melalui celah kerak bumi. Ada gunung berapi yang berlereng
curam, ada juga yang landai, atau bahkan datar, baik dataran tinggi maupun
dataran rendah. Magma adalah batuan cair yang terbentuk di bawah permukaan
bumi. Magma berbentuk cair karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi di
kedalaman 80-100 km. Magma dapat keluar melalui celah yang menuju ke permukaan
bumi. Magma yang keluar itulah, apabila tertimbun terus menerus akhirnya
menjadi gunung. Bahaya gunung
meletus adalah material yang dikeluarkannya. Letusan kecil mengeluarkan lava
pijar, awan panas, lahar panas, lahar dingin, dan debu. Letusan yang dahsyat
dapat melontarkan lava cair, agak padat, maupun pecahan batuan. Letusan gunung
berapi dapat menyebabkan bencana yang lain. Apabila gunung yang meletus berada
di bawah permukaan laut, dapat menyebabkan bencana tsunami. Apabila gunung itu
berada di daratan, letusannya yang dahsyat dapat menimbulkan gempa bumi.
Letusan gunung berapi yang paling banyak
menelan korban jiwa terjadi pada tahun 1815. Saat itu, gunung Tambora di
Sumbawa meletus dahsyat. Jumlah korban jiwa diperkirakan 92.000 orang. Padahal
saat itu jumlah penduduk tidak sebanyak sekarang. Debunya memenuhi atmosfer
bumi, menghalangi sinar matahari berbulan-bulan. Terjadi musim dingin
berkepanjangan di Eropa dan Amerika Utara. Tanaman dan ternak mati. Bencana
kelaparan terjadi di kawasan itu. Para ahli sejarah menyebutnya sebagai ‘tahun
tanpa musim panas’ di kawasan itu. Letusan paling banyak menelan korban jiwa
kedua tahun 1883. Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus dahsyat. Korban jiwa
sebanyak 36.000 orang. Tsunami yang ditimbulkannya setinggi 30 m. Letusannya
terdengar sampai Australia. Ini adalah suara terkeras sepanjang sejarah.
Debunya membumbung ke angkasa setinggi 80 km, bergerak ke seluruh penjuru. Hampir
di seluruh dunia, langit gelap beberapa hari. Seorang pelukis Norwegia
melukiskannya. “Tiba-tiba langit menjadi merah darah; Saya berdiri gemetar
penuh ketakutan; Saya seolah mendengar alam berteriak tiada henti”, demikian
katanya. Jarak Krakatau-Norwegia adalah 11.000 kilometer.
Di Indonesia terdapat paling tidak 150
gunug berapi yang masih aktif. Gunung Tambora, Rinjani, Semeru, Bromo, Merapi,
Galunggung, dan masih banyak lagi. Banyak bencana yang bisa ditimbulkannya.
Tapi gunung yang sedang bersahabat, keindahannya luar biasa. Tanahnya subur.
Potensinya untuk pariwisata harus kita kembangkan.
Gunung meletus disebabkan celah yang
menuju permukaan bumi tersumbat. Penyumbatan ini bisa disebabkan kubah lava,
ataupun material lainnya Tekanan akibat desakan magma semakin lama semakin
kuat. Apabila tekanan lebih kuat daripada penyumbatan, terjadilah letusan.
Gunung meletus biasanya didahului beberapa tanda, sesuai karakteristik gunung
berapi itu. Tanda-tanda akan meletusnya G. Merapi, diantaranya adanya letusan
kecil, gempa kecil, guguran lava pijar dan keluarnya awan panas. Untuk G.
Kelut, suhu air kawah meningkat sampai mendidih, terbentuk awan dari penguapan air
kawah bercampur asap, muncul kubah lava di tengah kawah, dan adanya
getaran-getaran kecil. Namun kadang-kadang letusan gunung berapi tanpa
didahului tanda apapun. Contohnya adalah letusan G. Bromo tahun 2004. Saat
banyak wisatawan menikmati pemandangannya, tiba-tiba letusan terjadi di kawah
Bromo.
Dalam kondisi normal, setiap gunung
berapi dipantau terus menerus oleh petugas di pos pengamatan. Jika ada
peningkatan aktivitas dari gunung tersebut, statusnya ditingkatkan menjadi
waspada. Jika aktivitasnya semakin intensif, statusnya ditingkatkan lagi
menjadi siaga, sarana keadaan darurat disiapkan. Pada tingkat yang paling
tinggi yaitu awas, penduduk di daerah bahaya harus segera diungsikan. Pada
tahapan ini, biasanya sudah terjadi letusan pendahuluan yang tidak begitu kuat.
d.Banjir
Banjir ada beberapa macam. Banjir bisa
terjadi di wilayah pantai akibat terjangan badai. Banjir bisa juga dipicu oleh
tsunami. Ada juga banjir karena rob, luapan air laut ketika gelombang pasang.
Namun yang paling banyak terjadi adalah banjir luapan air karena curah hujan
yang sangat tinggi. Ketika hujan turun, sebagian airnya disimpan tanah.
Sebagian lainnya diserap tumbuhan, sebagian menguap, atau mengalir di permukaan
tanah. Banjir terjadi ketika tanah dan tumbuhan tidak mampu lagi menyerap air.
Air yang tak terserap akan mengalir di sungai dan saluran air lainnya. Air yang
mengalir di permukaan bumi ini akan ditampung oleh waduk, bendungan, telaga, danau,
dsb. Bila volume air begitu besar sehingga tidak tertampung lagi, terjadilah
banjir.
Banjir bukan saja merusak harta benda
atau membawa korban jiwa. Derasnya aliran air menyebabkan erosi di bagian hulu
dan pengendapan di bagian hilir. Makhluk hidup seperti ikan dan tanaman
pertanian yang memiliki habitat di air seringkali menjadi musnah. Lalu lintas
menjadi terganggu karena jalanan menjadi rusak. Kegiatan perekonomian menjadi
lumpuh. Sembako langka, harganya pun membumbung tinggi. Infrastruktur lain seperti
jembatan, gedung sekolah, PLTA, saluran air bersih, jaringan listrik, menjadi
rusak. Kerugian menjadi berlipat ganda.
Banyak kota di Indonesia yang menjadi
langganan banjir. Jakarta hampir setiap tahun banjir, seringkali beberapa kali
dalam satu kali musim penghujan. Semarang terkenal dengan banjir rob. Surabaya
dan Bandung pun menjadi langganan banjir.
Banjir terdahsyat sepanjang sejarah
terjadi di daerah aliran Sungai Kuning, China. Sungai ini seringkali banjir
dengan korban jiwa yang besar, antara lain tahun 1887, 1931, dan 1938. Korban
jiwa paling banyak terjadi saat banjir tahun 1931, diperkirakan 1 s.d. 3,7 juta
orang tewas.
Penyebab banjir antara lain curah hujan
yang tinggi dan penggundulan hutan. Genangan sampah, pemukiman di bantaran
sungai, dan pendangkalan waduk juga menjadi penyebabnya. Beberapa penyebab
tersebut sebagian diantaranya merupakan kesalahan manusia. Jadi sesungguhnya
banjir bisa kita cegah. Coba diskusikan dengan teman-temanmu tentang penyebab
banjir lainnya dan bagaimana cara menanggulangi banjir! Sebelum banjir datang,
biasanya didahului tanda-tanda. Diantaranya, hujan selama berhari-hari.
Kadang-kadang yang hujan daerah yang lebih atas atau bagian hulu sungai. Air sungai
semakin keruh dan permukaannya semakin tinggi.
Apabila terjadi tanda-tanda akan banjir,
maka dilakukan evakuasi. Barang-barang berharga diamankan untuk menghindari
pencurian. Pintu air pengaman di tanggul sungai harus dibuka, karena bila jebol
justru bisa berakibat fatal. Jebolnya tanggul akan menyebabkan aliran banjir
akan menerjang dengan kencang.
e. Tanah
Longsor
Tanah longsor adalah anjloknya massa
tanah dan batuan menuruni lereng bukit atau gunung. Tanah longsor biasanya
terjadi ketika air hujan meresap ke lahan di puncak bukit atau gunung. Aliran
air kemudian menyusup ke rekahan-rekahan batuan.. Akhirnya aliran itu bertemu
dengan material yang licin, seperti serpihan batu atau lempung. Posisi material
ini miring menghadap ke lembah. Semakin lama airnya semakin menggenang,
sehingga semakin berat. Akhirnya penopang lereng tidak mampu lagi menahan
beban. Massa tanah dan batuan pun tergelincir di sepanjang lereng.
Tanah longsor terkait erat dengan banjir.
Perbedaannya, banjir terjadi di daerah yang rendah atau relatif lebih rendah
dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sedangkan tanah longsor terjadi di
wilayah yang berupa lereng yang struktunya lemah. Tanah longsor yang hanyut di
sungai bisa menyebabkan banjir. Sebelum terjadinya tanah longsor, biasanya
didahului tanda-tanda tertentu. Hujan berlangsung lama. Muncul suara dan
getaran kecil di atas lereng. Kemudian. terjadi longsoranlongsoran kecil.
Bila muncul tanda-tanda akan terjadi
longsor, sebaiknya penduduk diungsikan. Bisa juga dilakukan tindakan proaktif.
Penduduk yang bertempat tinggal di lereng yang rawan longsor direlokasi. Untuk
kepentingan ini, tentunya fasilitasi dari pemerintah sangat dibutuhkan.
f. Puting Beliung
Puting beliung disebut juga tornado.
Bentuknya berupa pusaran angin yang berkembang dari awan hitam tebal
(cumulonimbus). Dari awan, pusaran angin turun sampai ke permukaan bumi.
Bentuknya berupa terowongan awan yang mengecil di bagian bawah, dengan serpihan
material berpusar di sekitarnya. Jadi agak mirip belalai gajah. Materialnya
berupa debu, pasir atau serpihan batu.
Puting beliung yang sangat kuat bisa
menghancurkan bangunan, bahkan mampu mengangkat rumah dari fondasinya. Angin
ini juga mampu melontarkan kendaraan ke udara, dan kuat mengangkat kereta api
dari relnya. Puting beliung memang bisa terjadi di semua benua kecuali
Antartika. Negara yang paling sering mengalami puting beliung adalah AS. Di
Indonesia puting beliung bisa terjadi, tetapi tidak begitu kuat. Ini adalah
keuntungan kita yang terletak di ekuator dan sekitarnya.
Terjadinya puting beliung dimulai dengan
adanya awan cumulonimbus. Dari bagian atas awan, udara yang kering dan dingin
bergerak turun. Sementara itu, udara yang panas dan mengandung uap air dari
permukaan bumi bergerak naik. Keduanya bertabrakan sehingga terjadilah pusaran
angin. Arah pusarannya bergantung lokasinya. Bila puting beliung terjadi di
selatan khatulistiwa, arah pusarannya searah dengan putaran jarum jam.
Sebaliknya, bila puting beliung terjadi di utara khatulistiwa, arah pusarannya
berlawanan arah dengan putaran jarum jam.
Tanda-tanda puting beliung diawali
munculnya bentuk mirip ujung belalai dari awan. Angin bertiup kencang. Kadang
disertai gerimis dan sambaran petir. Debu membumbung membentuk corong dengan
moncong menghadap ke atas.
Selama puting beliung berlangsung, orang
sebaiknya segera mencari perlindungan di ruang bawah tanah. Tempat berlindung
bisa juga di bagian dalam gedung yang konstruksinya paling kuat. Kalau kita di
dalam kendaraan, sebaiknya segera menjauh karena dapat terguling. Kalau kita di
dekat pohon, juga segera menjauh karena dapat roboh. Bangunan-bangunan yang
besar dan luas seperti aula, dan gedung olah raga rawan roboh sehingga harus
dihindari. Jika kita sudah terlanjur di luar dan ada puting beliung, sebaiknya
segera tiarap dan melindungi kepala kita dari material yang dibawanya.
g. Badai
Badai merupakan kondisi cuaca yang buruk.
Badai ditandai dengan tiupan angin yang kencang. Biasanya, badai disertai hujan
deras, dan sambaran petir. Tiupan angin ini biasanya disertai dengan material
tertentu bergantung pada kondisi geografisnya. Material itu bisa berupa debu,
pasir, salju, atau bahkan butiran es. Badai pasir biasa terjadi di wilayah
gurun pasir. Badai salju ataupun es seringkali terjadi di wilayah beriklim
sedang dan dingin. Badai tropis adalah badai yang berawal dari daerah tropis.
Badai tropis bermacam-macam. Di wilayah AS disebut Hurricane, terjadi antara
bulan Juni-Oktober. Di Amerika Latin, Pasifik Selatan, dan Samudera Hindia
disebut Cyclone, terjadi antara Desember-Maret. Di bagian barat Pasifik Utara,
Asia Timur, Indochina, dan Asia Selatan disebut Typhoon, terjadi antara bulan
April-September.
Badai tropis terdahsyat sepanjang sejarah
melanda Bangladesh tahun 1970. Badai Bhola ini menewaskan 500.000 orang. Badai
tropis terdahsyat kedua menerjang India tahun 1839. Badai Coringa ini
menewaskan 300.000 orang.
Tahun 2005 negara adikuasa AS tidak
berdaya menghadapi hurricane Katrina. Penduduk di dua negara bagiannya terjebak
badai berhari-hari, kehabisan makanan dan obat-obatan. Badai yang menerjang
Myanmar Mei 2008 diperkirakan menewaskan 100 ribu orang.
Di Indonesia, yang sering terjadi dan
banyak menyebabkan korban adalah badai dari laut yang berimbas ke daratan.
Badai ini ditandai dengan angin kencang disertai hujan lebat. Di laut, badai
ini menyebabkan gelombang yang tinggi selama berhari-hari. Korban jiwa biasanya
terjadi secara tidak langsung. Korban banyak terjadi karena kecelakaan
transportasi, terutama jalur laut.
Badai bisa terjadi bila ada pusat tekanan
rendah dengan suhu minimal 27o C. Pusat tekanan rendah ini muncul karena udara
naik membawa uap air. Angin yang menuju pusat tekanan rendah telah melalui
perairan samudera yang hangat. Udara ini membawa uap air, yang seolah menjadi
bahan bakar untuk badai. Angin ini mengalami pembelokan karena adanya rotasi
bumi. Angin berputar inilah yang menyebabkan putaran badai. Badai jarang
terjadi di wilayah ekuator, karena di sini angin tidak begitu kencang.
Uap air yang hangat naik sehingga
mengalami kondensasi. Uap air mengembun, dari gas menjadi cair. Dalam proses
ini, udara melepaskan panas. Panas inilah yang menggerakkan badai, ibarat
mesinnya. Saat semuanya bekerja bersama, muncullah angin kencang disertai hujan
lebat. Bila badai melewati laut, terjadilah gelombang yang sangat tinggi. Badai
akan berhenti apabila sampai di wilayah yang suhunya rendah.
Mirip puting beliung, kecepatan angin
pada badai yang kuat bisa mencapai 250 km/jam. Apa bedanya badai dengan puting
beliung? Diameter wilayah yang terkena dampak badai bisa mencapai 200 km.
Puting beliung yang kuat berdiameter hanya 2 km. Badai memiliki durasi 12 s.d.
200 jam. Puting beliung yang kuat hanya berlangsung sekitar 1 jam saja. Jarak
tempuh badai bisa mencapai ribuan kilometer, sedangkan puting beliung paling
kuat hanya ratusan kilometer.
Cakupan wilayah badai amat luas. Tanda-tandanya
bisa diamati oleh petugas Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Para petugas
ini akan memberikan peringatan bila ada wilayah yang akan terkena badai. Para
petugas ini membuat perkiraan berdasarkan data-data yang diperoleh dari
berbagai alat, antara lain dari satelit cuaca. Badai terutama membahayakan
transportasi. Jadi bila ada peringatan akan terjadi badai, kapal laut dan
pesawat udara harus menunda keberangkatannya. Bila badai akhirnya menerjang
tempat tinggal kita, maka cara menghadapi puting beliung bisa kita praktikkan.
B. Hikmah
Bencana Alam
Mencegah bencana alam memang di luar
kemampuan umat manusia. Namun ada hikmah di balik setiap musibah. Gempa bumi
dan tsunami di Aceh bisa kita jadikan contoh. Bantuan kemanusiaan dari berbagai
negara segera berdatangan begitu kabar tentang tsunami tersebar. Bantuan ini
berupa makanan, selimut, tenda, obat-obatan, tenaga medis, dsb. Juga ada
bantuan jangka panjang berupa rehabilitasi gedung sekolah, pemukiman, dan
infrastruktur lainnya.
Bencana alam ternyata mampu mempererat
hubungan antar manusia dari berbagai negara. Tiada lagi sekat-sekat warna
kulit, agama, dan bahasa. Tsunami Samudera Hindia 2004 mampu menyatukan
berbagai bangsa yang hidup di bumi yang satu ini.
Sebelum tsunami tersebut, terjadi
konflik berkepanjangan di Aceh. Ada sekelompok orang Aceh yang merasa
diperlakukan tidak adil oleh pemerintah pusat. Mereka pun memberontak, ingin
membentuk negara sendiri. Pemerintah pusat pun mengerahkan tentara untuk
menumpas gerakan ini. Tsunami memakan korban yang besar di kedua pihak.
Akhirnya diadakan perundingan dan gencatan senjata. Setelah berbagai pertemuan
yang diadakan, tercapailah kesepakatan damai. Aceh akhirnya menjdi daerah yang
memiliki otonomi khusus.
C. Rangkuman
1. Bencana alam merupakan kejadian alam yang
menimbulkan korban.
2. Jenis bencana
alam antara lain gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor,
angin puting beliung, dan badai.
3. Wilayah
Indonesia terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik. Akibatnya, sering
terjadi gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus.
4. Indonesia
terletak di wilayah tropis, angin puting beliung dan badai relatif jarang
terjadi.
5. Masing-masing
bencana alam memiliki karakteristik berbeda. Penting bagi kita untuk mengetahui
tanda-tandanya dan cara menyelamatkan diri.
D. Evaluasi
Jawablah pertanyaan
berikut dengan singkat namun jelas!
1. Mengapa wilayah Indonesia rawan gempa bumi?
2. Jelaskan
beberapa cara mencegah banjir!
3. Kelompokkan
bencana alam yang kamu ketahui berdasarkan penyebabnya, yaitu yang karena
kesalahan manusia dan yang murni peristiwa alam!
4. Mengapa
di wilayah Indonesia relatif jarang terjadi badai tropis?
5. Jelaskan
keterkaitan antara gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus!
6. Jelaskan
keterkaitan banjir dengan tanah longsor!
7. Mengapa
korban tsunami di Aceh begitu besar?
8. Bagaimana
cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi?
9. Bagaimana
cara menyelamatkan diri ketika terjadi puting beliung?
10. Apa
perbedaan antara puting beliung dengan badai?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar